This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 Juli 2015

Lenti Asita Sidauruk

Betapapun ingin menuliskannya, pada akhirnya L memutuskan utk bungkam, karna setelah dipertimbangkan apa yg menjadi bagian personal biar menjadi milik sendiri. smile emoticon
💟 L 💐
 — thinking about *Kenyamanan Hati*.

🍈 Berandai-andai mungkin akan menunjukkan kurang bersyukur & tak ikhlas menerima apa yg sudah dianugerahiNya.. smile emoticon
‪#‎BLL‬. 😇 👏 🌷💐
 — feeling thankful.


💟 Jangan biarkan setiap orang yg datang pada anda pergi tanpa merasa lebih baik dan lebih bahagia. Jadilah ungkapan hidup dari kebaikan Tuhan. Kebaikan dalam wajah anda, kebaikan dalam mata anda, kebaikan dalam senyuman anda. angel emoticon 🌷
🌹 💟 Bunda Teresa 💟 💐
 — feeling motivated.


**Kadang ketika kita mengaku sudah jujur (padahal belum) tapi dipercayai kita jadi tak tau caranya utk benar2 bisa menjadi seseorang yg jujur.. smile emoticon grin emoticon
‪#‎BLL‬angel emoticon 💐
 — feeling *Introspeksi Diri*.


**Orang lain mgkn ikut menangis ketika kita menangis, tapi bkn berarti mereka merasakan kesedihan kita melainkan trenyuh (mengiba) mendengar tangisan kita.. smile emoticon
‪#‎JezuUfamTobie‬angel emoticon


**Doa Mama adalah adalah harapan anak2nya, sebagai seorang anak maka L berharap semoga (Tuhan) mengabulkan dan mengaminkan semua doa Mama. angel emoticon 👏 👸 😍 😘
🌷 🌹 🌺 🌸 💐
‪#‎BLL_BMFL‬angel emoticon heart emoticon 💟 💖
 — feeling hopeful.


**Mohon ampunan atas dosa kepada Tuhan, mohon maaf atas kesalahan kepada sesama manusia.. smile emoticon angel emoticon
Selamat bersukacita di Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh sobat fb yg merayakan.. smile emoticon
Semoga Ramadhan ini membawa keberkahan kepada kita semua.. angel emoticon smile emoticon
‪#‎IMANUEL‬angel emoticon heart emoticon
— celebrating the holidays.


**Ingatlah selalu tanggal hari ini sebagai tanggal yg membawa kebahagiaan..angel emoticon
‪#‎BLL_LBU‬** angel emoticon heart emoticon
 — celebrating love.

15 Juli :
*Peringatan Wajib St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja*
(Nama pelindung lingkungan Lorong 1) smile emoticon
Pesan dari Uskup (Santo Bonaventura) ;
JANGANLAH PERNAH MERASA CUKUP:
* belajar tanpa pengorbanan,
* menilik tanpa kekaguman,
* taat tanpa sukacita,
* bertindak tanpa semangat ilahi,
* mengenal tanpa kasih,
* mengerti tanpa kerendahan hati,
* berjuang keras tanpa rahmat ilahi.
Hal yg selalu L ingat akan sosok Santo Bonaventura adalah ;
Seruan dari Uskup (Santo Fransiskus Asisi yg memberkati beliau : “O Buona ventura”, artinya: “O masa depan yang baik”). angel emoticon smile emoticon
— celebrating *Peringatan Santo Bonaventura*.


√√Alasan selalu percaya dan bersabar adalah karna ada persamaan isi doa.. angel emoticon
‪#‎BLL_LBU‬angel emoticon heart emoticon
 — feeling optimistic.


Kamis, 09 Juli 2015

Pertemuan OMK Katedral Medan

Pertemuan OMK Katedral Medan

Minggu, 05 Juli 2015

Pada hari Minggu tanggal 5 Juli 2015 yang lalu diadakan pertemuan OMK Katedral Medan, yang mana pertemuan tersebut dimulai pukul 12.00 WIB atau setelah selesai Misa ke 3. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Romo RD Daniel Manik selalu Romo pembimbing OMK di paroki Katedral Medan, dan didampingi oleh seksi Kategorial Paroki Katedral yakni bpk Samuel Sochili.

Adapun tujuan diadakannya pertemuan tersebut adalah agar OMK Paroki Katedral dari masing2 lingkungan dari stasi induk (Paroki Katedral) saling mengenal satu sama lain, untuk menjalin tali persaudaraan antar OMK dan untuk merencanakan pembentukan kepengurusan OMK Paroki Katedral Medan yg baru.

Lingkungan yg mendatangkan OMK perwakilan antara lain, dari Lingkungan ST. Bonaventura 5 orang, lingk TNI AU, link. Titi Kuning, link. Sei Agul, dll. Sedangkan jumlah OMK yg hadir lebih kurang 50 orang termasuk dari undangan yaitu OMK stasi ST. Paulus Brayan Bengkel yg turut serta memeriahkan pertemuan tersebut.

Adapun kegiatan yg dilakukan adalah seluruh OMK yg hadir termasuk Romo dan seksi Kategorial saling memperkenalkan diri : dengan menyebut nama, alamat/lingkungan, status dan pertanyaan yg menarik dari sesi perkenalan tersebut adalah "apakah dirinya (yg sedang memperkenalkan diri) bersedia menjadi anggota atau bersedia menjadi pengurus yg baru atau bahkan bersedia menjadi anggota sekaligus pengurus". Ada yg mengatakan bersedia menjadi anggota saja, bersedia menjadi anggota sekaligus pengurus, ada yg mengatakan siap menjadi apa saja dll -- semua punya alasan tersendiri ketika memberikan pilihan tersebut. Setelah penuh pertimbangan dan agar sesuai dengan apa yg tertulis di undangan bahwa tujuan dari pertemuan itu semata-mata hanya untuk menjalin tali persaudaraan antar OMK, tapi tidak menutup kemungkinan untuk membahas sedikit tentang rencana pembentukan kepengurusan OMK se Paroki Katedral dan OMK Paroki Katedral Medan. Karena belum disepakatinya siapa yg mengisi kepengurusan tersebut maka dipilihlah 3 orang OMK yg bersedia dengan sukarela untuk menjadi seksi humas (seksi repot, red) yg menjadi pengantara OMK dengan dewan Pastoral Gereja. Dan tugas sementara dari ketiga seksi humas tersebut adalah mencari tahu jadwal yg tepat untuk membicarakan pembentukan kepengurusan tersebut dan mencari tahu tempat yg pas untuk mengadakan kegiatan outbound yg bertujuan untuk semakin mendekatkan antar OMK.

(Bukan sastrawan, bukan juga jurnalistik -- jadi wajar tata bahasa dan penuturannya mungkin kurang pas).
Hiehie............... 

Horas.. Horas.. Havenu Shalom Aleichem.. ^_^ ^_^

Dokumentasi :







Rabu, 03 Juni 2015

Pastor Basilius Hendra Kimawan, OSC <<>> Pastor yg memberikan Komuni Pertama pada L (12 tahun yg lalu)





Maria, Bunda Saya dan Bunda Saudara Semua

Perkenalkan nama saya Basilius Hendra Kimawan, seorang Biarawan Ordo Salib Suci dan sekaligus juga Pastor (maaf, panggilan saya bukan “romo”, tetapi “Pastor” atau kalau mau nyunda “rama”). Waktu saya studi di Italia dan berasistensi di Paroki sana, umat menyapa saya dengan “Don Basilio”. Maka, saya kadang pakai nama “Basilio” juga. Saya ditahbiskan pada 26 Juni 1996 di Paroki St. Laurentius Bandung, oleh almarhum Uskup Djajasiswaja.

Sejak saya masuk Seminari Menengah Mertoyudan (Juli 1984) saya semakin mencintai dan berdevosi pada Bunda Maria. Tiada hari sejak itu sampai hari ini, tanpa menyampaikan salam padanya: “Salam Maria”.
Bunda Maria ini sungguh luar biasa, rendah hati, sederhana, tidak banyak bicara. Menurut saya, kekuatan Maria terletak pada imannya yang luar biasa pada Allah dan hidupnya diwarnai dengan “YA” pada kehendak Allah. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Lk 1:38). Kata-kata itu selalu menjadi sikap hati dan kerinduan Maria.

Teladan dari Maria yang selalu berani berkata “Ya” pada kehendak Tuhan, menguatkan iman saya saat saya mendapat perutusan untuk menjadi Pastor Kepala Paroki Pandu. Beberapa orang menyalami saya dan berkata: “Pastor, selamat ya atas kenaikan jabatannya menjadi Pastor Kepala Paroki” (Jadi pastor kepala dikatakan naik pangkat, seperti tentara saja ). Ada juga yang berkata: “Pastor, kalau sudah jadi Pastor Paroki Pandu, siap-siap saja menghadapi umat dan pengurus Gereja/Lingungan yang rewel dan semaunya (Rupanya umat Pandu dianggap umat yang sulit). Dan masih banyak lagi ucapan dan nasehat yang disampaikan, baik yang positif maupun yang negatif. Salam dan sapaan itu saya jawab dengan tersenyum dan dalam hati terdalam bergema kata-kata seperti yang Bunda Maria katakan, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendakMu yang Tuhan. Demi Gereja dan Ordo, saya berkata “ya” pada kehendak Tuhan. Dan yang pasti Bunda Maria akan selalu mendoakan saya!

Maria selalu hadir dan menjadi Bunda kita semua. Ingat, saat Yesus tergantung di kayu salib, penginjil Yohanes mengisahkan peritiwa itu: Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” … (Yoh 19:26-27). Dalam bahasa asli Alkitab, kata yang digunakan untuk Ibu adalah perempuan/wanita. Dengan menyebut perempuan dan bukan ibu, Uskup Agung Fulton Sheen mengatakan bahwa Yesus menginginkan bahwa Bunda Maria bukan hanya menjadi bunda Kristus aja, namun menjadi bunda seluruh umat beriman.

Dengan demikian, melalui peristiwa yang sangat mengharukan ini Yesus memberikan ibuNya kepada kita semua, murid-murid yang dikasihiNya!. Kita telah diangkat menjadi anak-anak Maria, dan dengan sendirinya Maria adalah Bunda kita! Maka sudah layak dan sepantasnyalah kita menghormati Maria, kita berdevosi pada Maria dengan devosi yang paling tinggi dibandingkan dengan devosi-devosi kepada para kudus lainnya.
Menurut St. Fransiskus dari Sales devosi adalah ungkapan kasih yang mendorong kita untuk selalu aktif dan tekun melakukan semua perintah Tuhan, baik perintah-perintah yang diharuskan maupun dianjurkan/disarankan. Maka “Jika Tuhan Yesus memerintahkan kepada kita murid- murid yang dikasihi-Nya untuk menerima ibu-Nya, Bunda Maria, sebagai ibu (lih. Yoh. 19:26-27), maka sudah selayaknya kita menghormati Bunda Maria sebagai ibu rohani kita” (dikutip dariKatolisitas.Org).


=================================================================================
Kita sudah tahu, ia tidak ingin dipanggil Romo, melainkan Pastor saja. Oleh sebab itu jika disandingkan dengan nama lengkapnya, menjadi Pastor Basilius Hendra Kimawan, OSC. Ia adalah putra kelahiran Bandung, 7 januari 1968, anak ke 4 dari 8 bersaudara, putra dari Bapak Paulus Toha Gunawan dan Ibu Clara Lanny Anes, umat Paroki St Odilia- Cicadas, Bandung. Saat duduk di kelas 5 SD, ia dibaptis menjadi katolik. Sejak itu rupanya ketertarikannya dengan gereja bergulir sejurus dengan keaktifannya sebagai anggota misdinar dan legio. Hal ini dimudahkan karena ia bersekolah di SD dan SMP St Jusuf yang dari sisi jarak tak jauh dari rumah, gereja dan sekolahnya. Tumbuh bersama dengan gereja kelak mengarahkan langkahnya ke Seminari Menengah Mertoyudan ( 1984-1988).
Selepas dari Mertoyudan, ia diterima Novisiat OSC ( 1988). Setahun kemudian sesuai program pendidikan calon imam, ia menjadi mahasiswa Fak Filsafat Unpar. Pada than 1990 ia mengucapkan kaul sementara. Semester Orientasi Pastoral ia tempuh pada tahun 1993. Saat itu ia pernah bermukim di Pandu. Sebelum Tahun Orientasi Pastoral yang ia habiskan di Paroki Buah Batu (1995), terlebih dahulu ia telah menyelesaikan pendidikannya dan meraih S1 bidang Filsafat dan Teologi. Akhirnya Pastor yang penampilannya serius ini ditahbiskan pada tanggal 26 Juni 1996 di paroki St Laurentius oleh Mgr (alm) Alexander Joyosiswoyo.

Pulang Kampung
Berkat ketertarikannya pada bidang Teologi Kitab Suci, ia mendapat kepercayaan dari Ordo untuk melanjutkan bidang studi tersebut ke jenjang S2 di Universitas Gregoriana, Roma. ( 1996- 1999). Sepulang dari Italia, ia tinggal di Pronpisialat sambil mengajar di Unpar selama kurang lebih 1 tahun. Kehidupan berpastoralnya ia awali di Agats, Papua pada tahun 2000-2001. Pengalaman karya pastoralnya kemudian terasah kembali, saat ia ditugaskan di paroki St Josef, Tebing Tinggi, Sumut ( 2001- 2008). Seiiring tugasnya di paroki, ia pun akfif di Keuskupan dengan menjabat di berbagai posisi, seperti OMK dan Dewan Penasehat Keuskupan Medan.
Pada tahun 2008 ia pulang kampung dan bertugas sebagai pastor mahasiswa di GEMA, sambil kembali mengajar di Unpar. Disamping itu ia sekaligus menjadi pendamping frater di Skolastikat OSC, Jl. Sultan Agung hingga April 2013.
Selain Pastor Hendra, adiknya Pastor Harris juga adalah seorang biarawan OSC. Ia dan adiknya tersebut, putra ke 6 di keluarga mereka, bersama sama sewaktu masa kecil “tumbuh” di gereja. “ Oleh sebab itu, bibit panggilan tidak tumbuh dari dalam keluarga semata, namun bisa juga dari lingkungan, dimana seorang anak bertumbuh”, ucap Pastor Hendra yang punya hobby baca, nonton dan renang ini.
Sumber : 
=================================================================================


Hope :Berharap suatu saat nanti bisa bertemu kembali dengan Pastor Basilius Hendra Kimawan, OSC. O:)

Senin, 18 Mei 2015

Dokumentasi di HarKomSosDun (2)