This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Tentang Katolik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Katolik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2015

Rabu Abu













 
  
Rabu Abu adalah permulaan Masa Prapaskah, yaitu masa pertobatan, pemeriksaan batin dan berpantang guna mempersiapkan diri untuk Kebangkitan Kristus dan Penebusan dosa kita.

Mengapa pada Hari Rabu Abu kita menerima abu di kening kita? Sejak lama, bahkan berabad-abad sebelum Kristus, abu telah menjadi tanda tobat. Misalnya, dalam Kitab Yunus dan Kitab Ester. Ketika Raja Niniwe mendengar nubuat Yunus bahwa Niniwe akan ditunggangbalikkan, maka turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. (Yunus 3:6).  Dan ketika Ester menerima kabar dari Mordekhai, anak dari saudara ayahnya, bahwa ia harus menghadap raja untuk menyelamatkan bangsanya, Ester menaburi kepalanya dengan abu (Ester 4C:13). Bapa Pius Parsch, dalam bukunya "The Church's Year of Grace" menyatakan bahwa "Rabu Abu Pertama" terjadi di Taman Eden setelah Adam dan Hawa berbuat dosa. Tuhan mengingatkan mereka bahwa mereka berasal dari debu tanah dan akan kembali menjadi debu. Oleh karena itu, imam atau diakon membubuhkan abu pada dahi kita sambil berkata: "Ingatlah, kita ini abu dan akan kembali menjadi abu" atau "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil".
Abu yang digunakan pada Hari Rabu Abu berasal dari daun-daun palma yang telah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya yang telah dibakar. Setelah Pembacaan Injil dan Homili abu diberkati. Abu yang telah diberkati oleh gereja menjadi benda sakramentali.

Dalam upacara kuno, orang-orang Kristen yang melakukan dosa berat diwajibkan untuk menyatakan tobat mereka di hadapan umum. Pada Hari Rabu Abu, Uskup memberkati kain kabung yang harus mereka kenakan selama empat puluh hari serta menaburi mereka dengan abu. Kemudian sementara umat mendaraskan Tujuh Mazmur Tobat, orang-orang yang berdosa berat itu diusir dari gereja, sama seperti Adam yang diusir dari Taman Eden karena ketidaktaatannya. Mereka tidak diperkenankan masuk gereja sampai Hari Kamis Putih setelah mereka memperoleh rekonsiliasi dengan bertobat sungguh-sungguh selama empat puluh hari dan menerima Sakramen Pengakuan Dosa. Sesudah itu semua umat, baik umum maupun mereka yang baru saja memperoleh rekonsiliasi, bersama-sama mengikuti Misa untuk menerima abu.

Sekarang semua umat menerima abu pada Hari Rabu Abu. Yaitu sebagai tanda untuk mengingatkan kita untuk bertobat, tanda akan ketidakabadian dunia, dan tanda bahwa satu-satunya Keselamatan ialah dari Tuhan Allah kita.







Sumber : Catholic Online Lenten Pages; www.catholic.org/lent/lent.html &
              Ask A Franciscan; St. Anthony Messenger Magazine; www.americancatholic.org 
 

Rabu, 19 November 2014

TATA TERTIB ACARA PERAYAAN ULANG TAHUN MUDIKA LINGKUNGAN ST.BONAVENTURA LORONG SATU PULO BRAYAN KOTA MEDAN

                                                                                                  Medan, 16  November  2014

TATA TERTIB ACARA PERAYAAN ULANG TAHUN
MUDIKA LINGKUNGAN ST.BONAVENTURA LORONG SATU
PULO BRAYAN KOTA  medan

“Tema : Carilah tuhan selagi dia dekat”

A.    Kebaktian singkat
<> l
agu Pembukaan :
     Puji Syukur 325 : Ku Gembira Kau Berkata
<> Mazmur Tanggapan :
     Puji Syukur
<> Lagu Persembahan :
     Puji Syukur 379 : Bapa di Surga Trimalah

B.     Tata tertib acara ulang tahun

1.        Salam pembukaan dari Pembawa Acara

Shalom saudara/I MUDIKA, hari ini kita pantas bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan tetap memberkati perkumpulan MUDIKA ST.BONAVENTURA ini. Tidak terasa kini MUDIKA genap berusia 2 tahun, banyak hal telah kita lalui dalam menumbuhkembangkan dan menumbuhaktifkan kegiatan MUDIKA kita, baik melalui Doa Lingkungan MUDIKA, maupun kegiatan lainnya. Saya sendiri selaku pembawa acara turut bersukacita atas perkembangan yg kita berikan dan kita nikmati ini. Semoga kedepannya Cinta dan Kasih dari Tuhan selalu melimpah atas saudara/I MUDIKA semuanya. Dan marilah kita tingkatkan keaktifan, semangat gotong royong, saling bantu membantu dalam kehidupan kita sehari-hari terlebih di dalam Lingkungan kita sediri. Maju dan semangatlah saudara/I MUDIKA semuanya dalam mengemban Motto MUDIKA kita, yakni BEKERJA SAMA = SAMA-SAMA BEKERJA”, kita semua bersaudara dan ada baiknya segala sesuatu yg kita kerjakan biarlah terutama untuk kemuliaan Tuhan dan untuk mengeratkan tali kekeluargaan kita. 

Jumat, 29 Agustus 2014

NOVENA BUNDA PENOLONG ABADI


BUNDA PENOLONG ABADI.

Bunda Penolong Abadi, dengan penuh kepercayaan dan harapan, kami berlutut dihadapanmu.
Belum pernah ada orang yang sia-sia mencari perlindunganmu.
Semasa hidupmu sabagai ibu, engkau seringkali memberi pertolongan kepada Yesus puteramu.
Dengan penuh kasih sayang engkau melindungi dan membimbing-Nyaselama masa muda-Nya.
Selama hidup-Nya dimuka umum engkau menghibur-Nya dan memberi dorongan kepada-Nya. 
Pada saat Dia menderita, engkau mendampingi dan menguatkan-Nya. 
Demikian juga, jadilah bagi kami seorang ibu yang selalu menolong kami. 
Bunda Maria, kami ini juga anakmu. 
Di kayu salib, putera ilahimu telah memberikan dikau sebagai ibu kami dan engkau telah menerima kami sebagai anakmu.

MEDALI SANTO BENEDIKTUS



MEDALI SANTO BENEDIKTUS.
 ASAL-USUL MEDALI


Kita tahu bahwa dalam pergulatannya yang sering dengan roh-roh jahat, St Benediktus (dilahirkan di Nursia, Italia, pada tahun 480) biasa menggunakan Tanda Salib dan mengadakan banyak mukjizat dengannya. Ia juga mengajarkan kepada para muridnya untuk menggunakan Tanda penebusan kita itu dalam melawan serangan setan dan dalam bahaya-bahaya lain. St Maurus dan St Placidus, para murid pertamanya yang paling terkenal, mengadakan banyak mukjizat melalui kuasa Salib Suci dan dalam nama dan demi jasa-jasa pendiri suci ordo mereka.